Semester yang lalu sudah lewat dan semester yang akan datang sebentar lagi tiba. Lalu bagaimana persiapanmu pada semester yang akan datang? Bagi siswa yang mempunyai “drive” dan motivasi yang tinggi, tentu tidak begitu saja puas dengan hasil yang dicapai. Sang siswa tentu akan melihat apa kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya pada semester yang lalu dan memcoba mempertahankan apa-apa yang sudah menjadi kekuatannya dan meningkatkan kemampuannya untuk mengatasi kelemahan-kelemahannya pada hasil-hasil yang telah dicapai pada semester yang lalu.
Para siswa juga sudah mengetahui jurusan apa yang akan dipilih, apakah Tours and Travel, MICE atau perhotelan. Masing-masing pilihan sudah ditentukan berdasarkan kemampuan akademis yang sudah dicapai, bukan hanya sekedar pada idealisme dan keinginan semata-mata. Yang mempunyai kemampuan yang kuat dalam berhitung seperti matematik dan akuntansi, akan lebih mengarahkan pilihannya pada jurusan yang banyak memerlukan hitungan atau kalkulasi-kalkulasi matematik, seperti tours and travel, bagian ticketing. Sementara, yang kuat dalam bidang kerja kreatif, akan lebih memilih MICE. Apapun pilihannya, haruslah didorong dengan niat dan kemauan yang kuat untuk belajar secara optimal, agar hasil yang dicapai betul-betul menjadi suatu kepuasan tersendiri.
Dalam masa liburan ini, banyak yang memanfaatkan untuk kerja sambilan atau internship. Tentu hal ini sudah dilakukan dengan pertimbangan bahwa hasil yang dicapai semester -II cukup baik, dan persiapan disemester III sudah matang. Bagi yang hasilnya kurang bagus pada semester II, kesempatan liburan ini seyogianya dimanfaatkan untuk belajar hal-hal yang kiranya diperlukan persiapan yang lebih matang di semester III. Barang kali seperti itulah panduan sikap untuk seorang siswa yang diberikan tanggung -jawab sebagai mahasiwa yang mandiri.
Bagi yang kurang serius dalam menekuni kuliah dan lebih banyak bermain sehingga hasil semesterannya sangat tidak memuaskan, seyogianya melakukan refleksi terhadap apa yang telah dilakukan dan dicapai selama ini. Jika memang merasa bahwa arah dan jalan yang diambil kurang pas, sebaik segera mengambil keputusan untuk berhenti kuliah, sebelum uang hasil jerih payah orang tua untuk membayar biaya pendidikan, habis mubasir tidak keruan. Alangkah baiknya, uang tersebut dipakai untuk anak yatim/fakir miskin yang lebih membutuhkan untuk membiayai pendidikannya. Bagaimana dengan anda? Apa sikap anda apabila hasil semester I dan II semakin buruk karena ketidak-seriusan anda?Sebaiknya anda memilih untuk segera berkerja sesuai dengan kemampuan demi meringankan beban keluarga anda dan/atau beban nasional. Mengapa beban nasional? Sebab….anda telah mengambil tempat orang lain dan anda telah menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk dimanfaatkan secara optimal. Sementara beban keluarga memang mungkin tidak signifikan karena orang tua anda adalah orang-orang yang tergolong kaya, tapi sebagai tanggung jawab sosial, sebaiknya anda mundur untuk memberikan tempat pada orang yang lebih pantas mendapatkannya.
Salam,
Administrator.